“Dan kini setiap pulang, aku selalu merasa ada yang dikuburkan di dadaku…”
Selamat datang di persinggahan. Lagu ini didedikasikan untuk setiap kepala yang tak pernah benar-benar tenang, untuk mereka yang mencintai dengan cara yang bahkan tidak dimengerti semesta; dekat, namun tak pernah sampai dalam pelukan.