Ia seperti pelukan yang dulu selalu ada, kini hilang, tapi bekasnya tak pernah benar-benar pudar. Suaranya mungkin tak lagi terdengar, namun nasihatnya masih berbisik pelan setiap kali langkah terasa ragu. Senyumnya tak lagi terlihat, tapi bayangnya selalu hadir di setiap kenangan sederhana yang tiba-tiba terasa begitu berharga.