SDLC METODE SCRUM
Model/Metode SDLC Metode atau model SDLC merupakan proses pembuatan dan penyusunan tahapan yang digunakan untuk mengembangkan sistem rekayasa perangkat lunak. metode/model sdlc ini juga membantu dalam mengembangkan produk. Ada banyak metode dari sdlc ini seperti waterfall model, V-model, spiral, RAD, kanban dan scrum. SCRUM Scrum adalah salah satu metode rekayasa perangkat lunak yang menggunakan perinsip Agile, yang mengacu kepada kekuatan kolaborasi tim, incremental product dan proses iterasi untuk mencapai tujuan. Scrum merupakan sebuah kerangka kerja yang menggunakan macam-macam proses dan teknik, scrum dapat mengurangi ketidakefektifan dari manajemen produk dan teknik kerja sehingga dapat meningkatkan kinerja produk, tim, dan lingkungan kerja. Untuk memahami lebih dalam bahwa scrum adalah kerangka kerja yang efektif, penting untuk mengetahui prinsip dasar dalam scrum, Adapun 3 prinsip: 1. Transparansi Semua aspek penting dalam proses Scrum harus diketahui dengan jelas oleh seluruh anggota tim. Karena transparansi ini membantu meningkatkan kepercayaan dan pemahaman bersama. 2. Inspeksi Tim Scrum secara rutin melakukan inspeksi terhadap hasil kerja dan proses yang, dilakukan. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi masalah sejak dini. 3. Adaptasi Jika ditemukan hambatan, tim Scrum akan melakukan penyesuaian agar tujuan tetap tercapai. Prinsip adaptasi inilah yang membuat Scrum sangat fleksibel. 3 peran penting scrum: 1. Product Owner Product owner bertanggung jawab atas keberhasilan produk yang dikembangkan. peran adalah mewakili kebutuhan pengguna dan pemangku kepentingan (stakeholder), mengelola produk backlog (daftar prioritas fitur dan pekerjaan yang harus dikerjakan), dan membuat keputusan strategis terkait arah pengembangan produk. Product owner juga harus berkolaborasi secara aktif dengan tim pengembang untuk memastikan dan mengetahui bahwa produk yang dihasilkan sesuai dengan visi dan kebutuhan yang di inginkan. 2. Scrum Master Scrum master ini sebagai fasilitator atau memfasilitasi pertemuan-pertemuan seperti sprint planning, daily stand-up, sprint review, dan sprint retrospective. Peran scrum master adalah menghilangkan hambatan-hambatan yang menghambat kemajuan tim. memastikan penerapan metodologi scrum dengan benar, dan membantu tim dalam memahami dan menerapkan prinsip-prinsip, praktik, dan aturan scrum. 3. Developers atau tim pengembang Tim pengembang terdiri dari anggota tim yang secara kolektif bertanggung jawab untuk mewujudkan visi produk dan menyelesaikan pekerjaan yang dipecah menjadi tugas-tugas dalam setiap sprint. Tim pengembang akan mengadakan pertemuan harian singkat yang disebut “stand-up” untuk berbagi update, menginformasikan progress, dan mengidentifikasi hambatan yang mungkin menghambat kemajuan. 5 proses pada scrum adalah: Sprint planning Rapat yang dihadiri oleh product owner, scrum team, dan pihak-pihak yang berkepentingan. Sprint planning ini menentukan tujuan atau goal yang akan dicapai dan bagaimana cara mencapainya. Dalam sprint planning juga menghasilkan sprint backlog. Product backlog Penentuan product backlog ditentukan oleh product owner dan berisi daftar fitur atau pekerjaan yang akan dilakukan. Daily stand-up Pertemuan harian yang membahas update pekerjaan yang sudah dilakukan, yang sedang dikerjakan, dan rencana untuk pengerjaan selanjutnya. Sprint review Pertemuan yang dilakukan untuk memprementasikan hasil pekerjaan kepada pemangku kepentingan (stakeholder) untuk ditinjau/ diuji dan menerima feedback. Sprint review juga membahas kemajuan yang telah dicapai pada produk, dan menentukan apa yang akan dilakukan selanjutnya. Sprint retrospective Rapat ini diadakan setelah sprint review dan sebelum sprint planning berikutnya, untuk merevisi proses dan cara kerja Scrum serta proses pengembangan agar sprint berikutnya lebih efektif dan menyenangkan. Scrum memiliki kelebihan dan kekurangan nya juga, untuk kelebihannya adalah: • Fleksibel dan adaptasi terhadap perubahan • Kolaborasi Tim yang Intersif • Peningkatan kualitas produk • Peningkatan kepuasan pengguna • Efisiensi waktu dan biaya Dan untuk kekurangannya: • Keterbatasan dalam perencanaan jangka Panjang • Kebutuhan akan tim yang terlatih dan berpengalaman • Tantangan dalam skalabilitas • Risiko scope creep
Download
0 formatsNo download links available.