Murata VORTEX Spinning
VORTEX® spinning" adalah teknologi yang menggunakan vortex udara untuk memintal benang. Serat yang dibentuk oleh aliran udara ini memiliki struktur yang unik. Pemintalan Berkecepatan Tinggi VORTEX III 870 yang dirilis pada tahun 2011 mencapai kecepatan maksimum 500m/min. Kesuksesan dan kepercayaan pada pemintalan kecepatan tinggi dan mencapai kecepatan maksimum 550m/mnt. dengan 870 EX. Pemintalan VORTEX®, yang hanya berhasil diimplementasikan oleh Muratec. Teknologi pengembangan dari MJS Murata Jet Spinning, dirubah ke MVS yang bisa meningkatkan produksi 2 x sampai 3 x dalam.1 mesin dibandingkan dengan MJS. Dari hal tersebut produktivitas benang MVS lebih tinggi dibandingkan dengan benang Ring Spinning atau Open End, struktur benang MVS atau MJS lebih pipih atau gepeng dimana benang Ring Spinning struktur fisik lebih bulat, hairness benang MVS lebih rendah dan yang lebih penting adalah memungkinkan pemakaian panjang serat atau staple length serat jenis medium dan juga pemakaian waste jenis short fibre sebagai bahan campuran untuk pemakaian 100% kapas. System' pemintalan Murata Vortex Spinning urutan proses lebih singkat sama dengan proses Open End yaitu Proses Blowing - Carding - Breaker Drawing - Finish Drawing - MVS tapi berat persatuan panjang sliver lebih kecil dibandingkan sliver open end. Teknologi pengembangan dari MJS Murata Jet Spinning, dirubah ke MVS yang bisa meningkatkan produksi 2 x sampai 3 x dalam.1 mesin dibandingkan dengan MJS. Dari hal tersebut produktivitas benang MVS lebih tinggi dibandingkan dengan benang Ring Spinning atau Open End, struktur benang MVS atau MJS lebih pipih atau gepeng dimana benang Ring Spinning struktur fisik lebih bulat, hairness benang MVS lebih rendah dan yang lebih penting adalah memungkinkan pemakaian panjang serat atau staple length serat jenis medium dan juga pemakaian waste jenis short fibre sebagai bahan campuran untuk pemakaian 100% kapas. System' pemintalan Murata Vortex Spinning urutan proses lebih singkat sama dengan proses Open End yaitu Proses Blowing - Carding - Breaker Drawing - Finish Drawing - MVS tapi berat persatuan panjang sliver lebih kecil dibandingkan sliver open end. Pemintalan Vortex system' drafting melalui 4 over 4 drafting system dimana serat melalui 4 tahapan yaitu : Berdasarkan gambar diatas maka ada istilah yang banyak dipakai adalah : Ra = Rol atas, top roller, bergerak pasif. Rb = Rol bawah, bottom roller, bergerak aktif. T = Titik jepit sering disebut nip. e = ecartement jarak antara dua titik jepit yang berdekatan. Besarnya e merupakan ukuran dari jarak "setting". Zone = Daerah drafting antara dua titik jepit. D 3 = Break Draft Draft terjadi pada Zone belakang bertujuan untuk membuka bahan dari puntiran dan mempermudah proses drafting berikutnya. D 2 = Intermediate draft Terjadi pada Zone tengah. D 1 = Main draft melanjutkan proses drafting sebelumnya dan menjadi proses drafting utama. D = Total draft Nilainya adalah D1 x D2 x D3 BM Bahan Masuk yang disuapkan ke rol.belakang. BK Bahan keluar yang dihasilkan oleh rol depan. (Lihat gambar 4 over 4). Melalui 4 rol peregangan apron serat dihisap kedalam nosel dimana pusaran udara membantu struktur benang dengan jalan dililit dan diikat sehingga bentuk fisik benang Vortex tidak bulat seperti benang Ring Frame tapi bentuk benang cenderung pipih atau gepeng, sehingga daerah tipis (Thin Places) lebih tinggi mencapai 2 x lebih dibandingkan benang dari Ring Spinning yang bentuk fisiknya bulat.
Download
0 formatsNo download links available.